Sedekah dan Keberkahan Doa

Salah satu ciri kedekatan mukmin dengan Rabbnya adalah doa. Mukmin yang ikhlas imannya dan lembut hatinya akan senantiasa berdialog dengan Allah. Dalam doa yang tulus, kita belajar menjadi pribadi yang rendah hati, karena selalu merendah dihadapan-Nya, belajar menjadi pribadi yang bertawakkal, karena selalu meruju (kembali) kepada keputusan-keputusan-Nya.

Namun, doa sekaligus membentuk kita menjadi pribadi yang kuat, karena kita telah bersandar pada Zat Yang Maha Besar dari setiap urusan “kecil” kita. Bahkan dengan keberkahan doa, banyak masalah, baik besar maupun kecil, terselesaikan. Sebagaimana sebuah kisah nyata yang saya dengar langsung dari Bang Gogon (Bapak Ahmad Sumargono), seorang Ustad yang juga seorang Politisi saat beliau datang mengisi ceramah di Mesjid komplek rumah.

Beliau bercerita beberapa tahun lalu, seorang pengusaha dari Kuwait tervonis kanker. Karena pengobatan di negerinya terasa tidak cukup, pengusaha ini berobat ke Amerika Serikat. Dokter disana malah memberikan vonis “pasti”; usianya hanya 6 bulan lagi. Maka, pengusaha ini pun pulang. Mencoba ikhlas atas ketetapan Allah pada dirinya dan berpikir sebaiknya yang dia lakukan sekarang hanyalah menyenangkan keluarganya dan beramal saleh saja sampai waktu menjemput.

Sampai di suatu akhir pekan, pengusaha ini menemani istrinya ke pasar, sesuatu yang dulu hampir tidak pernah dilakukannya dulu karena kesibukannya. Saat menemani istrinya membeli daging, dia melihat tukang daging tersebut selalu melempar daging kecil ke belakang. Ternyata, di belakang tukang daging tersebut ada seorang ibu tua dengan gadis kecil yang memunguti daging tersebut.

Melihat hal tersebut, Pengusaha tersebut marah dan berkata, Kenapa Ibu melakukan ini? Memalukan bagi seorang Muslim untuk memungut sampah! Ibu tua ini hanya menjawab, Saya janda dan anak saya membutuhkan daging ini. Daging ini halal untuk kami. Pengusaha tersebut tersadar akan kesalahannya dan berkata pada tukang daging tersebut, Berikan Ibu ini daging untuk keperluannya selama seminggu selama satu tahun. Ibu tua tersebut dan anaknya berlalu tanpa mengucapkan terima kasih kepada Pengusaha tersebut, tetapi sebelum pergi, Ibu tua ini mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan berdoa, Ya Allah, mudahkanlah urusan-urusannya.

Bulan berikutnya untuk pemeriksaan rutin, pengusaha ini kembali ke AS. Tidak disangka-sangka, hasil rontgen terbarunya menunjukkan semua sel kankernya telah hilang. Tim dokter yang menangani kasusnya geger dan tidak dapat menjelaskan kenapa hal tersebut bisa terjadi. Namun, Pengusaha ini sadar dan tahu kenapa hal tersebut terjadi: keberkahan doa seorang Ibu tua yang telah ditolongnya telah menjadi sebab turunnya pertolongan Allah pada dirinya.

READ  Jangan Pernah Putus Asa

Published  on Fokus Buletin Mimbar Jumat, DAI

Jakarta, 04 Agustus 2011

Angelika Rosma
Latest posts by Angelika Rosma (see all)

Leave a Reply