Jangan Pernah Putus Asa

Awal Januari 2011 ini, kita dikejutkan dengan berita bunuh diri seorang pengusaha bengkel dari lantai 3 Plaza Gajah Mada. Sehari sebelumnya, seorang pegawai tata usaha SMP, terjun dari ketinggian 25 m dari Blok M Square. Kasus bunuh diri di awal tahun ini jelas membuat kita prihatin.

Sebuah sumber mensinyalir ada 102 kasus bunuh diri dengan berbagai modus di Indonesia pada tahun 2009. Data ini belum termasuk kasus bunuh diri yang di akibatkan kasus naza. Memang, kasus bunuh diri di Indonesia masih termasuk rendah dibandingkan negara lain, seperti Jepang yang angkanya mencapai 30.000 pada tahun 2010, tetapi fenomena kasus bunuh diri di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Berbagai faktor menjadi penyebab fenomena ini, khusus di Indonesia, faktor utamanya adalah kemiskinan dan himpitan ekonomi. Meski sebenarnya, ujian kemiskinan memang adalah salah satu bentuk ujian dalam kehidupan ini, sebagaimana kekayaan pun adalah sebuah ujian yang masing-masing ada pertanggungjawabannya sendiri dihadapan Allah. Sesungguhnya Allah swt melarang kita untuk berputus asa dalam mengharap rahmat-Nya sebagaimana banyak tercantum dibeberapa ayat-Nya. Hai anak-anakku, pergilah kalian dan carilah berita mengenai Yusuf dan saudaranya, dan janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah…[Surah Yusuf: 87]

Dan sebagai insan beriman, kita prihatin dan seharusnya tidak menutup mata terhadap kasus-kasus kemiskinan ini dan mulai belajar peduli terhadap sesama, khususnya untuk ruang lingkup terdekat kita, baik tetangga maupun kerabat, karena di sana ada tanggung jawab terbesar kita. Semoga kita bisa mengamalkan hadis Rasul saw yang mengatakan, Tidak beriman kepadaku (bukan umat Muhammad-red), seseorang yang tertidur dengan perut kenyang, sementara tetangganya kelaparan. Semoga.

Published on Fokus Buletin Mimbar Jumat, DAI.
Februari 2011

READ  Hakim, Yahudi dan Keadilan
Angelika Rosma
Latest posts by Angelika Rosma (see all)

Leave a Reply

%d bloggers like this: