Hakikat Hidup dan Kematian

Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun. Tidak ada kata yang dapat mengungkapkan secara pasti kedukaan kita terhadap meninggalnya 25 orang (18 dewasa, 2 bayi, dan 5 kru pesawat) korban kecelakan pesawat MA-60 Merpati, Sabtu, 7 Mei 2011 di Teluk Kaimana, Propinsi Papua Barat. Sampai hari ini korban yang ditemukan tim evakuasi berjumlah 17 orang.

Sejumlah analisa datang mengiringi kecelakaan pesawat yang tragis ini (dikabarkan pesawat sampai terbelah menjadi 2 bagian). Analisa yang paling mengemuka adalah ini masalah ketidaklaikan pasawat, karena pesawat ini Made in China. Asumsi ini mengatakan barang-barang China relatif lebih murah dan barang yang murah seringkali kualitasnya tidak sebaik yang diinginkan. Pesawat ini juga belum mengantongi sertifikasi FAA (Federasi Keselamatan Penerbangan) yang dikeluarkan oleh Amerika. Issue terakhir bahkan menyerempet ke masalah markup pembelian pesawat. Namun, semua analisa, baik yang berkaitan dengan masalah teknis maupun strategis, masih harus menunggu hasil investigasi. Khususnya, dari data yang terekam dalam kotak hitam (black box) dan perekam perjalanan penerbangan (flight data recorder/FDR).

Kehilangan orang yang kita cintai dalam hidup ini pasti merupakan pukulan yang sangat berat. Apalagi jika kepergian mereka begitu tiba-tiba. Kecelakaan, penyakit, bencana alam, dan sebagainya bisa menjadi penyebab. Akan tetapi, sebagai insan beriman kita semua diminta siap ketika harus mengembalikan segala sesuatu yang kita “miliki” kepada Sang Pemilik, Allah swt. Sebab semua yang kita miliki, hakikatnya hanyalah titipan dan amanah dari-Nya. Dunia dalam kacamata mukmin hanyalah sementara, hanyalah ladang amal untuk ditunaikan kelak di surga-Nya.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali Imran: 185)

READ  Sedekah dan Keberkahan Doa

Published  on Fokus Buletin Mimbar Jumat, DAI

Jakarta, 10 Mei 2011

Angelika Rosma
Latest posts by Angelika Rosma (see all)

Leave a Reply

%d bloggers like this: