Drama Penyanderaan Anak Buah Kapal

Drama penyanderaan 20 Anak Buah Kapal (ABK) Kapal MV Sinar Kudus (yang mengangkut 8300 ton bijih Nikel) selama 45 hari (sejak 16 Maret 2011) oleh perompak Somalia berakhir sudah. Dalam jumpa persnya, Ahad petang (1/5), di kantornya di Jakarta, PT Samudera Indonesia melalui Wakil Direktur Utama, David Batubara, menyatakan para awak kapal tersebut telah dibebaskan.

Sebelum drama ini berakhir, Pemerintah RI menuai banyak kritikan dari dalam negeri karena dinilai lamban dalam merespon kasus ini. Salah satu kritikan itu datang dari Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, yang mengkritik keras upaya pemerintah dalam melindungi warga negara Indonesia yang dinilai lamban dalam proses negoisasi pembebasan sandera.

Dalam masa penyanderaan tersebut, dikabarkan persediaan makanan dan obat-obatan menipis, banyak ABK yang sakit dan 1 ABK dikabarkan sakit parah. Drama ini berakhir setelah PT Samudera Indonesia membayar tebusan sebesar $ 4,5 jt atau sekitar 38 milyar, meski berapa jumlah nominal pastinya tidak dinyatakan secara pasti oleh PT Samudera Indonesia.

Menjaga kehidupan sebuah nyawa di dalam Islam adalah satu sendi agama yang sangat penting yang harus di jaga. Islam sangat menjaga kehormatan agama, nama baik, harta benda, dan jiwa. Artinya jika ada upaya-upaya yang merendahkan atau bahkan menindas dan menghilangkannya, maka siapapun wajib dan berhak membela dirinya.

Kasus ini memberikan kita pelajaran besar sebagai sebuah bangsa; bahwa sebagai satu bangsa kita harus mampu menjaga dan melindungi Warga Negara kita dimanapun mereka berada. Selain kasus ini, masih banyaknya kasus TKI yang belum terselesaikan merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah kita yang juga tidak bisa diabaikan begitu saja.

Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (Yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. (Furqan: 68-70)

READ  Rendah Hati dalam Ketinggian

Published  on Fokus Buletin Mimbar Jumat, DAI

 

 

Angelika Rosma
Latest posts by Angelika Rosma (see all)

Leave a Reply

%d bloggers like this: